
Ketua PA Ponorogo Hadiri Pisah Kenang Kepala Kankemenag Ponorogo
www.pa-ponorogo.go.id | Ketua Pengadilan Agama (PA) Ponorogo menghadiri undangan resmi dalam rangka acara Pisah Kenang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Ponorogo. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Halaman Wiking (Halking) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Kegiatan ini menandai berakhirnya masa jabatan Dr. Moh. Nurul Huda, M.Pd sebagai Kepala Kankemenag Ponorogo. Beliau selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung..

Dr.H.Moh.Nurul Huda,M.Pd yang dialih tugaskan sebagai Dosen Fungsional di UIN 1 Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung diganti Moh.Tohari,S.Ag, M.H sebagai Plt. (Pelaksana Tugas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. Sederet penghargaan diraih Kantor Kemenag Ponorogo menandai keberhasilan Dr.H.Moh.Nurul Huda,M.Pd., selama menjabat hampir empat tahun memimpin. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2025 menjadi catatan emas bagi Kemenag Ponorogo mendapatkan empat penghargaan dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Mulai dari predikat Pengelola Sistem Informasi Performa Kementerian Agama (SIPKA) Terbaik se-Jawa Timur, inovasi layanan digital melalui aplikasi Cerita, Reward IPARI untuk percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga Juara I Lomba TikTok Desa Kerukunan dan Moderasi Beragama Tingkat Provinsi. Hal ini disebutkan Moh.Tohari,S.Ag, M.H sebagai Plt. (Pelaksana Tugas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo dalam sambutan pisah kenang. “Ini bukan kerja satu orang. Ini kerja bersama seluruh jajaran Kemenag Ponorogo di bawah kepemimpinan Pak Nurul Huda,” tegas Thohari, seolah menepis anggapan bahwa prestasi birokrasi hanya soal figur.
Lebih jauh, Thohari meneguhkan komitmen yang menjadi pesan utama acara tersebut: sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak boleh berhenti di meja seremonial. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Ponorogo untuk membangun Bumi Reog,” ujarnya lantang. Di akhir sambutannya Nurul Huda mengucapkan terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa banyak kenangan dan kegiatan. “Dari hati yang lubuk dalam kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Setiap manusia punya masa, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada ceritanya,”ucap Nurul Huda atas segala kekhilafan selama menjabat.
Usai Acara, secara terpisah Ketua PA Ponorogo Muhammad jati Muharramsyah mengatakan kepada Tim Media PA Ponorogo mengatakan Nurul Huda sebagai figur yang bukan hanya mitra kerja, tetapi juga pemberi arah dalam membangun harmoni sosial-keagamaan di daerah. “Hari ini memang perpisahan, tapi kami berharap panjenengan tetap ingat Ponorogo. Kami masih membutuhkan arahan dan masukan”. Ketua PA Ponorogo menegaskan bahwa kolaborasi tak berhenti oleh jarak dan jabatan. Pisah kenang itu akhirnya bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi penegasan bahwa pelayanan publik yang kuat lahir dari kepemimpinan yang kolaboratif, kerja tim yang solid, dan keberanian berinovasi. Sebuah pesan penting, bahwa di balik deretan penghargaan, ada komitmen bersama untuk terus melayani masyarakat Ponorogo dengan lebih baik. (ZH)
















