logo5

on . Dilihat: 68

KPTA SURABAYA PIMPIN DISKUSI HUKUM PA

SEWILAYAH KOORDINATOR MADIUN

Ponorogo, Jum’at, 14 Juni 2019

KPTA SURABAYA Drs. H. Bahrussam Yunus, SH., MH memimpin langsung diskusi hukum PA se wilayah koordinator Madiun yang diadakan di Pengadilan Agama Ngawi, Jum’at 14 Juni 2019. Kedatangannya di Pengadilan Agama Ngawi didampingi oleh seorang Hakim Tinggi Drs. H. Gufron Sulaiman, SH., MH dan bertujuan untuk melakukan pembinaan melalui acara diskusi Hukum yang diadakan secara berkala.

 

Diskusi hukum ini diselenggarakan atas inisiatif PTA Surabaya ini diikuti oleh seluruh Ketua, Wakil Ketua para hakim, Panitera dan Sekretaris serta Wakil Panitera dari (6) enam Pengadilan Agama yang masuk dalam wilayah koordinator Madiun, salah satunya adalah Pengadilan Agama Ponorogo.

Untuk menghadiri acara diskusi Hukum tersebut Pengadilan Agama Ponorogo memberangkatkan Ketua, Wakil Ketua, seluruh hakim, Panitera dan wakil Panitera.

Acara yang dimulai jam 08.30 WIB tersebut diawali dengan rangkaian formal acara pembukaan oleh KPTA Surabaya Drs. H. Bahrussam Yunus, SH., MH.

Saat membuka dan memberikan pengantar dalam acara diskusi tersebut, KPTA Surabaya menekankan pentingnya acara seperti diskusi hukum tersebut bagi seluruh aparatur Peradilan Agama dalam rangka pengayaan sumberdaya. Lebih lanjut pria kelahiran Pare Pare tersebut mengungkapkan bahwa acara diskusi-diskusi hukum seperti ini akan dikembangkan lagi, sehingga tidak hanya terfokus kepada para hakim saja, namun perlu juga dibuat secara khusus bagi Panitera Pengganti bahkan jurusita dan jurusita Pengganti. “Nanti akan kita kembangkan dan adakan juga acara diskusi ini khusus untuk Panitera Pengganti dan Jurusita”, tegasnya.

Lebih lanjut ia juga memberikan ilustrasi bahwa saat ini kemampuan hakim-hakim diseluruh Indonesia dalam pelaksaan tugas pokok sebagai hakim tidak seperti yang diharapkan. Kebanyakan Hakim mulai banyak disibukkan degan tugas-tugas di luar tugas pokoknya sebagai hakim sehingga berimplikasi kepada terabaikannya tugas-tugas pokok terkait penanganan perkara secara baik dan benar. Untuk itu, menurutnya, meskipun tuntutan saat ini hakim tidak bias menghindar dan mesti mengikuti kebijakan-kebijakan dari Badilag, hal itu seharusnya tidak membuat hakim larut dan cenderung mengabaikan tugas-tugas pokoknya sebagai pemeriksa dan pemutus perkara. “Tantangan PA-PA di Jawa Timur sekarang beda jauh dengan zaman dulu, karena perkaranya sudah sangat bervariasi, jadi harus diminimalisir kesalahan”, ujarnya.

“Tantangan lain, kebijakan Dirjen Badilag, dari APM, SIPP mingguan dimana kita masih mendominasi ditingkat nasional, bahkan penilaian ZI di Mahkamah Agung, nilai tertinggi juga diraih oleh PA Mojokerto yang harus dipertahankan”, tambahnya.

Menyinggung tentang kelemahan, mantan KPTA Bandung yang juga bekas hakim Pengawas di Mahkamah Agung tersebut mengungkapkan hakim banyak yang lemah dalam teknis perkara. “Kelemahan kita sekarang banyak dalam teknis perkara, dan ini merata di seluruh Indonesia. Untuk mengatasinya kita adakan acara-acara seperti diskusi hukum ini” pungkasnya sebelum membuka acara diskusi secara resmi.

Membedah Putusan Tetang Perlawanan Eksekusi

Acara diskusi hukum yang bertemakan Peningkatan Kualitas Putusan dan Administrasi Peradilan Agama diikuti dengan antusias  oleh seluruh peserta dari 6 Pengadilan Agama. Diskusi dipandu oleh Hakim Tinggi PTA Surabaya Drs. H. Gufran Sulaiman, SH., MH dengan membentuk 3 kelompok dari para peserta. Tiga kelompok diskusi yang masing-masing kelompok terdiri dari Hakim, Panitera, Wakil Panitera dan Sekretaris diminta untuk membahas dan mendiskusikan serta mengkritisi putusan perlawanan eksekusi dari salah satu Pengadilan Agama di wliayah PTA Surabaya yang sengaja disembunyikan nama dan identitasnya.

Masing-masing kelompok diskusi mulai membahas putusan perlawanan terhadap eksekusi tersebut dengan penuh semangat. Proses pembedahan terhadap berkas putusan perlawan tersebut dimulai oleh masing-masing kelompok dari judul putusan sampai kepada amar putusannya. Para peserta diskusi di masing-masing kelompok bergantian mengemukakan argumentasinya dalam rangka mengkritisi dan membedah isi putusan. Diskusi semakin hangat dan sengit ketika masing-masing kelompok melalui juribicara masing-masing mempresentasikan hasil temuan kelompoknya terhadap putusan tersebut yang kemudian ditanggapi oleh kelompok lain dengan gaya dan caranya masing-masing. Ada yang menanggapi dengan mimik yang serius, disamping ada pula yang mengkritisinya sambil melontarkan jok-jok yang bikin peserta lain tertawa.

Diskusi makin hidup dan peserta semakin bergairah saat disela-sela diskusi tersebut KPTA Surabaya dengan gayanya yang khas memberikan arahan-arahan untuk mengarahkan diskusi supaya lebih terarah dan lebih focus dalam membahas masalah teknis penanganan perkara khususnya dalam perkara perlawanan.

Setelah acara diskusi selesai, KPTA Surabaya kembali memberikan pembinaan terkait dengan tema diskusi. Kali ini ia menekankan tentang pentingnya setiap hakim, baik Ketua Majelis ataupun Hakim Anggota dalam menangani perkara saling bekerja sama, memiliki managemen yang baik, serta teknik yang mumpuni. “hakim harus memeriksa perkara dengan sebaik-baiknya, dimulai dari gugatan. Dalam persidangan hakim harus bekerja sama, bukan sama-sama bekerja, harus punya managemen dan teknik” pungkasnya. (ai/PA.Po)

Add comment


Security code
Refresh

APLIKASI - APLIKASI PENDUKUNG

pengaduan    simari    komdanas    sipp    dirput

sikep    abs    lpse    jdih    perpustakaan

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Ponorogo

Jl. Ir. H. Juanda No. 25 Ponorogo
Kode Pos : 63418

Telp: 0352 - 481133
Fax: 0352 - 481133

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tautan Aplikasi

Pengadilan Agama@2018